Menkominfo dan Menkeu Akan Uji Coba Jaringan Palapa Ring Tengah untuk Layanan Pajak dan Kesehatan

Siaran Pers No. 14/HM/KOMINFO/01/2019

Kamis, 17 Januari 2019

Tentang

Menkominfo dan Menkeu Akan Uji Coba Jaringan Palapa Ring Tengah untuk Layanan Pajak dan Kesehatan


Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Jumat (18/01/2019) besok. 

Kunjungan kerja itu ditujukan untuk melakukan uji coba jaringan Palapa Ring Paket Tengah. Kedua menteri Kabinet Kerja itu akan datang ke  KPPN Tahuna, KPP Tahuna dan Terminal Station Palapa Ring Tengah di Sangihe Sulawesi Utara.

Dalam kunjungan ke Kantor KPP Tahuna, Menteri Kominfo Rudiantara dan Menkeu Sri Mulyani akan memantau dan mencoba akses internet yang sudah terhubung dengan jaringan serat optik Palapa Ring Tengah. Akses point of presence (PoP) Palapa Ring Tengah yang terhubung dengan jaringan PT Telkom itu digunakan untuk mendukung layanan perpajakan secara online. 

Menteri Rudiantara dan Menteri Sri Mulyani juga akan melakukan video conference dengan Menteri Kesehatan Nila Moeloek yang didampingi Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) beserta jajaran dokter ahli di Jakarta. Menteri Kominfo dan Menkeu akan didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana dan masyarakat sekitar. 

Video conference ini merupakan inisiasi kerjasama konsultasi kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi yang telah dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, BAKTI Kominfo telah membagun 1 tower telekomunikasi seluler jaringan 4G dan 6 tower 2G. Sat ini BAKTI Kominfo tengah mempersiapkan proses migrasi ke 4G. 

Selain itu juga, BAKTI telah menyediakan akses internet di 51 lokasi, yaitu satu Puskesmas, tiga kantor desa, satu lokasi layanan publik dan 46 sekolah yang siap terkoneksi dengan jaringan Palapa Ring Tengah.


Jaringan Palapa Ring Tengah


Proyek Palapa Ring Tengah telah tuntas 100 persen pada 21 Desember 2018 lalu. Jaringan kabel serat optik sepanjang 2.995 kilometer ini melintasi 17 kabupaten dan kota. Selain 17 kabupaten dan kota layanan, jaringan Palapa Ring Tengah melalui 10 kabupaten dan kota interkoneksi yaitu Kota Manado, Luwuk (Kab. Banggai), Tentena (Kab. Poso), Kota Baubau, Kota Kendari, Tobelo (Kab. Halmahera Utara), Sanana (Kab. Kepulauan Sula), Kota Ternate, Kota Sofifi dan Kab. Kutai Barat.

Jaringan Palapa Ring Tengah yang melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara itu terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km kabel darat dan 1,787,06 km kabel laut. 

Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur. 

Selain menghubungkan seluruh Indonesia dalam jaringan telekomunikasi, pembangunan Palapa Ring ditujukan untuk mengikis gap layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia.

Hingga saat ini sudah dua paket Palapa Ring yang rampung yaitu Palapa Ring Barat yang sudah selesai pada Maret 2018, dan Palapa Ring Tengah pada  Desember 2018. Sedangkan untuk Palapa Ring Timur hingga saat ini sudah selesai 89,57%. 

Proyek yang bernilai  Rp1,38 Triliun itu beroperasi itu memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps. Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP). 

Pembiayaan yang diterapkan dengan skema availability payment, memungkinkan pemerintah memulai pembayaran penggantian modal yang ditanamkan investor setelah proyek beroperasi. Dimana Pemerintah menggunakan dana universal service obligation (USO) untuk operasional Palapa Ring. Dana USO merupakan dana kontribusi perusahaan telekomunikasi dengan bobot 1,25% setiap kuartalnya.  

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.idn

Kominfo Luncurkan Kembali Portal Indonesia.go.id

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali meluncurkan portal www.indonesia.go.id. Selain itu, pemerintah juga meluncurkan Government Public Relation Televisi (GPR TV) yang bisa diakses melalui parabola.

“Ini adalah beranda Indonesia. Isinya semua tentang Indonesia,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di kantornya, Senin (12/10).

Selain Kementerian Kominfo, Kepala Staf Kepresidenan, Sekretariat Kabinet, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan turut dalam pengelolaan portal ini.

“Presiden (Joko Widodo/Jokowi) mau ada semacam etalase Indonesia sebagai nation branding. Maka Indonesia.go.id bisa dianggap sebagai etalase Indonesia,” ujar Juru Bicara Presiden sekaligus Pemimpin Redaksi Indonesia.go.id Johan Budi.

Konten yang tersaji di Indonesia.go.id saat ini tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Ke depan, Rudiantara berharap portal ini dapat diakses dalam setidaknya 13 bahasa.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti menambahkan, ada tiga konsep rubrikasi dalam portal ini. Pertama, kepentingan nasional dalam hal data seperti profil dan sejarah Indonesia. Kedua, layanan seperti pendidikan, kesehatan, keuangan, dan lainnya. Ketiga, program prioritas termasuk cek fakta peristiwa.

Nantinya, situs semua Kementerian dan Lembaga (K/L) bakal terintegrasi dengan Indonesia.go.id. Selanjutnya, situs pemerintah daerah (pemda) juga akan terhubung. “Nanti ada gambar peta Indonesia, masyarakat bisa klik daerah yang ingin dicari infonya. Nanti akan muncul situsnya,” kata Rosarita.

Di dalam Indonesia.go.id, tersedia tautan cek fakta untuk melakukan verifikasi atas informasi yang diterima. Setiap pekan, Kementerian Kominfo pun merilis daftar informasi atau berita palsu (hoax) yang beredar di masyarakat. “Indonesia.go.id sudah keluar sejak November 2018. Dalam beberapa minggu, situs ini sudah dibaca 774.696 kali,” katanya.

Sementara GPR TV memuat delapan produk yakni hard newsfeature dokumenter; talkshow; tutorial; greetings; kalender atau eventvariety show; dan, iklan layanan masyarakat.

 

Reporter: Desy Setyowati